• : 031-5020306, 031-5021451
  • : 031-5020388
  • : bblksub@yahoo.co.id
  • : Jl. Karangmenjangan 18, Surabaya 60286

PENANGANAN PERTAMA DEMAM PADA ANAK

PENANGANAN PERTAMA DEMAM PADA ANAK

10 Juni 2019 / By Administrator,

Oleh
dr. Ayunda Medina
BBLK Surabaya

 

Anak – anak kita seringkali mengalami kenaikan suhu tubuh atau biasa kita sebut dengan demam. Tak jarang pula kita langsung berinisiatif memberikan obat penurun demam untuk anak – anak kita tanpa memeriksakan suhu tubuhnya terlebih dahulu atau menanyakan dosis obat demam yang tepat kepada dokter. Namun, pernahkah para orangtua menyadari bahwa ada beberapa kondisi demam yang sebenarnya tidak memerlukan obat penurun demam? Atau apakah para orangtua menyadari penyebab utama demam itu sendiri seperti apa dan kapan harus segera diperiksakan ke dokter serta kapan harus di cek darah untuk mengetahui penyebab pasti demam?
Demam merupakan 70% keluhan orangtua saat datang ke dokter, 50% diantaranya orangtua sudah menganggap anak demam dengan suhu aksila (suhu yang diukur di bawah ketiak)  < 38oC, 25% diantaranya orangtua mulai memberikan obat penurun demam pada suhu tubuh < 37oC, 85% para orangtua sering membangunkan anaknya untuk memberikan obat penurun demam, 50% para orangtua memberikan obat penurun demam dengan dosis yang kurang tepat dan 15% para orangtua memberikan dosis obat penurun demam diatas dosis yang dianjurkan/ penggunaan jangka waktu obat demam yang disalahartikan.
Demam merupakan kenaikan suhu tubuh diatas normal. Suhu tubuh normal di ketiak jika menggunakan termometer digital atau air raksa yaitu 34,5oC – 37,3oC. Jika anak kita memiliki riwayat kejang setelah demam, maka selalu sediakan obat penurun demam dan obat yang dapat mengurangi kejang yang bisa didapatkan sesuai anjuran dari dokter. Penyebab demam pada anak 80% disebabkan oleh infeksi virus atau karena daya tahan tubuh anak sedang menurun, dan hanya 10-20% disebabkan oleh infeksi bakteri. Kedua hal ini sama – sama membutuhkan obat penurun demam jika suhu tubuh anak sudah diatas normal.
Indikasi  utama pemberian obat penurun panas adalah membuat anak merasa nyaman dan mengurangi kecemasan orangtua, bukan menurunkan suhu tubuh. Pemberian obat penurun panas diindikasikan untuk anak demam dengan suhu 38oC (pengukuran dari lipat ketiak). Dengan menurunkan suhu tubuh maka aktivitas dan kesiagaan anak membaik, dan perbaikan suasana hati (mood) dan nafsu makan juga semakin membaik.
Tidak hanya diberikan obat penurun demam tetapi juga dapat melakukan hal lain seperti misalnya memberitahukan kepada anak agar tidak terlalu banyak bermain, istirahat yang cukup agar suhu tubuh tidak mudah meningkat, memberikan asupan cairan atau minuman yang lebih banyak dari biasanya agar anak tidak dehidrasi karena penguapan suhu tubuh yang disebabkan oleh panas, pastikan suhu ruangan nyaman, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin, gunakan pakaian bahan katun, tidak diperlukan bahan yang tebal dan hangat, cukup pakaian biasa saja, bantu dengan kompres hangat pada lipatan tubuh (leher, ketiak dan paha) jika demam tidak kunjung reda dengan obat penurun demam. Hal – hal yang dihindari saat anak demam yaitu jangan bangunkan anak saat tidur di malam hari untuk minum obat penurun demam, biarkan anak beristirahat, jika suhu tubuh cukup tinggi, anak akan bangun dengan sendirinya dan mengeluhkannya kepada kita. Untuk obat penurun demam jangan diberikan Aspirin dan golongannya karena dapat menyebabkan gangguan pada otak anak serta jangan memberikan ibuprofen pada anak usia dibawah 6 bulan. Penggunaan kombinasi antipiretik parasetamol dan ibuprofen secara bergantian tidak dianjurkan.
Saat anak mengalami demam, orang tua harus memperhatikan aktivitas anaknya secara umum, apakah masih bisa bermain, makan dan minum dengan baik, dan perhatikan buang air kecil anaknya setiap 3-4 jam. Jika anak lebih sering tidur, malas minum dan buang air kecil semakin jarang, gerakan sudah mulai kurang aktif, menangis mulai lemah disertai dan/ atau muntah – muntah dan mencret segera bawakan si buah hati ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.