• : 031-5020306, 031-5021451
  • : 031-5020388
  • : bblksub@yahoo.co.id
  • : Jl. Karangmenjangan 18, Surabaya 60286

Bahaya Tersembunyi Salmonella Enterocolitis Keracunan makanan akibat bakteri Salmonella

Bahaya Tersembunyi Salmonella Enterocolitis Keracunan makanan akibat bakteri Salmonella

09 Desember 2019 / By Administrator,

Oleh :

dr. Titiek Sulistyowati, M. Ked. Klin, Sp. MK

Spesialis Mikrobiologi Klinik

BBLK Surabaya

 

Apa itu Salmonella?

Salmonella adalah nama bakteri dengan habitat di usus yang sering menyebabkan penyakit tifoid (masyarakat awam: tipes/tifus), paratifoid, dan keracunan makanan. Infeksi dikarenakan bakteri Salmonella biasa disebut juga Salmonellosis. Diperkirakan ada lebih dari 2000 strain bakteri Salmonella di dunia ini.

Apa itu Salmonella Enterocolitis?

Salmonella Enterocolitis adalah infeksi bakteri pada lapisan usus halus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella. Penyakit ini merupakan salah satu jenis keracunan makanan. Hal tersebut bisa terjadi dikarenakan menelan makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri Salmonella, misal: unggas mentah, telur, daging sapi, buah atau sayur yang tidak dicuci. Masa inkubasi sekitar 12-72 jam, tetapi bisa lebih lama.

Apa saja gejala Salmonella Enterocolitis?

  1. Mual
  2. Diare (sering dan umumnya tanpa darah)
  3. Nyeri perut (kontraksi dari otot perut)
  4. Muntah (bahaya dehidrasi)
  5. Demam (tidak lebih dari 39 °C)
  6. Menggigil
  7. Sakit kepala
  8. Nyeri otot (jarang: otot paha dan lengan)

Siapa saja yang beresiko terkena Salmonella Enterocolitis?

  • Orang yang makan makanan yang tidak dimasak dan tidak disimpan dengan benar.
  • Orang yang berada di sekitar anggota keluarga yang terkena infeksi Salmonella.
  • Orang yang bekerja di Rumah Sakit, fasilitas kesehatan dan panti jompo.
  • Orang yang mempunyai hewan peliharaan reptil dan amfibi (ular, kura, iguana, dll).
  • Orang yang mempunyai peternakan ungags.
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.
  • Orang yang mengkonsumsi obat penghambat asam lambung.
  • Orang dengan penyakit Crohn atau Colitis ulseratif.
  • Orang dengan penggunaan antibiotik di masa lalu.

Apa yang harus dilakukan?

  • Segera hubungi dokter untuk penggunaan antibiotik dengan tepat.
  • Untuk pertolongan pertama adalah minum air yang banyak untuk mencegah dehidrasi.

Bagaimana cara untuk mendeteksi?

Dokter dapat menilai dari anamnesis, riwayat, serta gejala klinis dan mungkin memerlukan satu atau lebih pemeriksaan penunjang untuk mendiagnosis Salmonella Enterocolitis dengan akurat. Banyak kondisi klinis dengan tanda dan gejala yang mirip. Penyedia layanan kesehatan dapat melakukan tes tambahan untuk mengesampingkan kondisi klinis lain sehingga mendapat diagnosis pasti.

Apa saja pemeriksaan laboratorium penunjang ?

  1. Isolasi organisme dengan kultur / biakan dari sampel tinja segar atau fresh stool (pemeriksaan mikrobiologi à diagnosis pasti).
  2. Isolasi organisme dengan kultur/biakan dari sampel darah (pemeriksaan mikrobiologi à diagnosis pasti).
  3. Pemeriksaan darah lengkap (penurunan WBC/leukosit, penurunan neutrofil).
  4. Pemeriksaan fungsi hati (SGOT, SGPT)

Apa komplikasi Salmonella Enterocolitis ?

  1. Dehidrasi akibat diare.
  2. Perforasi usus.
  3. Meningitis (radang meningen otak).
  4. Sepsis (infeksi darah).
  5. Infeksi kandung empedu.

Bagaimana pengobatannya ?

  1. Mengatasi cairan akibat dehidrasi.
  2. Antibiotik seperti ciprofloxacin, makrolid (azitromisin), sefalosporin generasi 3 (seftriaxone) sesuai resep dari dokter klinisi.
  3. Obat anti diare tidak direkomendasikan.

Sumber :

  • Brooks GF, Carroll KC, Butel JS, Morse SA, Mietzner TA, 2013. Jawetz, Melnick, & Adelberg’s Medical Microbiology. 26th edn. The McGraw-Hill companies. USA.
  • Giannella RA. Salmonella. In: Baron S, editor. Medical Microbiology. 4th edition. Galveston (TX): University of Texas Medical Branch at Galveston; 1996. Chapter 21. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK8435/
  • Tille PM, 2014. Bailey & Scott’s diagnostic microbiology. 13th edn. Mosby. Elsevier. Missouri.
  • https://www.cdc.gov/training/SIC_CaseStudy/Infection_Salmonella_ptversion.pdf